Kantor Kabupaten Buru
Jln Mesjid Agung Telp : ( 0913) 21702  Namlea 97571
KEMENTERIAN AGAMA 

 
joomla slicebox 3d image slider

** Download Aplikasi Website Kemenag Buru Berbasis Android ** 

TIM PENGUKURAN ARAH KIBLAT KANKEMENAG BURU DATANGI DESA OHILAHIN

  Buru Kemenag__Pengetahuan masyarakat tentang penentuan arah kiblat secara perlahan mulai membaik. Mereka dapat menerima dengan bijak apa yang telah disosialisasikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Buru melalui Kantor Urusan Agama (KUA) setempat selama ini. Terbukti dengan dihadirkannya para tim pengukuran arah kiblat kantor Kemenag Kab. Buru oleh masyarakat sebelum pembangunan Masjid. “Sebagian masyarakat telah mengerti dan memahami posisi arah kiblat yang sebenarnya sehingga mereka tidak ingin salah dalam penentuan arah kiblat ini.” terang Islani, kepala KUA Kec. Waeapo saat bersama tim pengukur melakukan pengukuran arah kiblat di desa Ohilahin Kecamatan waeapo, kamis (02/04).

 

Seperti yang disampaikan oleh Abd Hasan Karepesina, kasi Bimas Islam, Abd Hasan Karepesina bahwa tujuan tim pengukuran arah kiblat langsung turun ke lokasi pembangunan masjid tidak lain untuk menghindari adanya kesalahan penentuan arah kiblat yang sebenarnya. Menurutnya kebanyakan masjid-masjid yang telah dibangun hanya berpanduan pada arah terbenamnya sinar matahari yang justru masih menimbulkan kekeliruan arah.

 

Kekeliruan ini pun diakui oleh Bunyamin Umasugi, kepala Penyelenggara Syariah Kankemenag Kab. Buru. Berdasarkan pengalaman saat melakukan pengukuran arah kiblat di beberapa masjid yang telah dibangun, masyarakat keliru dalam menentukan arah kiblat sholat mereka. Tak urung arah kiblat masjid An Nabawi yang telah dibangun ini pun mengalami pergeseran arah kiblat kurang lebih 150.

 

Bercermin dari kekeliruan tersebut Abdullah Bau Bau, Imam Masjid An Nabawi desa Ohilahin bersama perangkat desa langsung berinisiatif mengundang tim pengukuran arah kiblat kantor Kemenag Kab. Buru untuk melakukan pengukuran arah kiblat pada lahan baru pembangunan masjid An Nabawi dengan luas 625 m2. Tanah yang telah dihibahkannya ini diharapkan dapat menampung 548 jiwa umat Islam yang berada di desa Ohilahin. “Masjid An Nabawi sebelumnya hanya memiliki luas bangunan 64m2 danbelum dapat menampung umat Islam kami di sini.” ungkapnya.

 

Saat berlangsung pengukuran arah kiblat, Syarif Nurlatu, kepala Desa Ohilahin sempat bertanya kepada tim tentang alat yang digunakan saat proses pengukuran arah kiblat. Menurutnya alangkah baiknya menggunakan alat aplikasi penunjuk arah kiblat. Menanggapi hal tersebut, Afif Arwani mengakui alat tersebut mudah digunakan namun juga memiliki kelemahan yakni aplikasi arah kiblat tersebut bisa digunakan tergantung pada medan magnet yang berada di dalam perut bumi. “Apabila pada posisi tertentu tidak terdapat medan magnet dalam perut bumi, maka aplikasi petunjuk arah kiblat itu pun tidak berfungsi, bahkan bisa jadi menunjuk pada arah yang salah.” jelasnya.

 

Sementara itu terkait tanah hibah untuk pembangunan Masjid An Nabawi yang baru oleh Abdullah Bau Bau, Islani menngungkapkan pihak KUA Kecamatan Waeapo akan segera melakukan proses pembuatan ikrar wakaf agar status tanah tersebut menjadi jelas dan tidak menjadi masalah atau sengketa di kemudian hari. (hms/ifh)

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Tuesday, 28 Juni 2016
Tuesday, 22 Ramadan 1437
سه شنبه, ۰۸ تیر ۱۳۹۵

Galeri Foto

Pengunjung Web

338369
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Semua
291
501
1242
332786
19631
42045
338369

IP Kamu: 10.1.7.240
Server Time: 2016-06-28 22:22:51